Pesan Moral Bang Wiwit Pucay untuk Masyarakat.


Ketidakmampuan akan terus menenggelamkan diri dalam keterpurukan, apabila tidak lakukan introspeksi dan selalu merasa iri terhadap kemajuan, keberhasilan, dan bahkan prestasi orang lain.

"Pesan moral itu, mengingatkan bahwa kita terkadang terlalu sibuk memikirkan pribadi orang lain, hingga tanpa sadar mengabaikan kualitas pribadi kita sendiri," kata aktivis muda Kota Bekasi, Wiwit Priyadi, pada Senin (9/7) sore.

Pada dasarnya, penggerak kaum muda di Bekasi  ini menambahkan, alur kehidupan seperti memaksa seseorang untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri di setiap perjalanan waktu.

"Misal sejak dilahirkan, kita terus berproses meningkatkab kualitas pribadi dari tidak bisa bicara hingga lancar beretorika. Dari tidak bisa berjalan hingga mampu berjalan, setelah itu berlari, melompat, dan terus berkembang hingga dewasa bahkan sampai akhir hayat kita," tuturnya.

Wakil Sekjen Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi ini melanjutkan bahwa dalam setiap proses perjalanan, seorang manusia tidak bisa sendiri. Akan tetapi membutuhkan orang lain di sekitar untuk berinteraksi dan berproses mengembangkan kualitas diri.

"(Hal itu) tak bisa dipungkiri. Bahwa kualitas pribadi seseorang juga dipengaruhi dari pergaulan dan lingkungan sekitar. Karena itu, setiap individu manusia akan berbeda karakter dan kemampuannya," tukas pria yang akrab disapa Bang Pucay ini.

Ia menegaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya sudah ditentukan porsi perannya masing-masing dalam kehidupan. Hampir dapat dikatakan, porsi itu tidak akan sama satu sama lain.

"Kita hidup berdampingan satu sama lain, manusia hidup saling membutuhkan dan saling keterkaitan. Kita seharusnya saling menguatkan, bukan justru saling melemahkan," pungkas Pemuda Asal kelahiran Kebumen sekaligus Sekretaris Lembaga Ta'mir Masjid (LTMNU) Kota Bekasi ini.

Share:

Biografi Saya


Saya adalah anak laki-laki pertama dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kebumen tanggal 09 Januari 1984 tepatnya di Desa Pucangan Kec. Sadang Kab. Kebumen. Ibu tercinta saya bernama Ati Setianingsih dan Bapak saya bernama Kuwat Santoso, keduanya asli suku jawa.
Hidup di Desa yang belum tersedia  Listrik kami sekeluarga bekerja sebagai Petani dan di bawah dari kecukupan secara finansial.
Saat masih kecil saya sudah terbiasa mencari rumput buat makan sapi maupun kambing. Sore harinya  saya bersama anak-anak kampung yang lain menggembala Sapi ke sawah saat musim kemarau.
Sehingga kedua orang tua saya memutuskan untuk merantau, di awali dengan Bapak saya merantau ke Pulau Bangka kalau dulu masih termasuk Sumatera berprofesi sebagai petani dan buka lahan baru (bisa dikatakan sebagai transmigrasi pada jaman Presiden Bapak Soeharto) saat Ibu saya sedang mengandung.

Di karenakan jarak yang cukup jauh  antara Sumatera dan Jawa Tengah Bapak saya pulang ke Jawa hanya 1 (satu) bahkan 2 (dua) tahun sekali. Maka pada usia 3 (tiga) tahun saya sudah di tinggal merantau kedua Orang tua, sehingga saya di asuh dan besarkan oleh Kakek dan Nenek saya tercinta keduanya saat ini sudah Almarhum. Ibu saya merantau ke Bandung sebagai Pekerja rumah tangga (Pembantu) demi untuk menghidupi saya dan Kakek nenek saya di kampung. Sejak saat nilah kedua orang tua saya berpisah di karenakan memang jarak yang sangat jauh memisahkan antara Bapak saya dan Ibu saya. Ibu Saya menikah lagi saat usia saya lima tahun, kemudian lahirlah kedua Adik saya dengan jarak kelahiran antara adik pertama saya dan adik kedua saya selisih 5 tahun.

Sejak saat usia 3 (tahun) tahun saya sudah di tinggal Bapak saya. Dan baru bertemu lagi saat usia saya 20 (dua puluh) tahun disitulah pertama kali saya melihat wajah Bapak saya, sungguh pertemuan yang sangat mengharukan.

Hidup sedari kecil tanpa kehadiran Orang tua yang melahirkan membuat saya tahan banting, pekerja keras, disiplin waktu, ulet, tekun  dan tentunya jujur dan beraklak baik karena dari kecil sudah didik di ajarkan ngaji pada kyai setempat oleh Kakek saya.
Setelah lulus SD pada tahun 1997 baru saya ikut merantau ke Bandung bersama Ibu tercinta saya dan saya di sekolahkan di Mts Miftahul Falah sambil pesantren tepatnya di Jl. Gedebage Kp. Rancabolang Kec. Darwati Kota Bandung, lulus pada tahun 2000 di lanjutkan sekolah sampai STM. Tepatnya di STM ICB yang berada di Jl. Terusan Jakarta, Antapani Kota Bandung jurusan Teknik Otomotif lulus tahun 2003.

Setelah lulus STM sambil membantu Ibu saya jualan Nasi karena Ibu saya buka  warung nasi saya sambil melamar kerja, setelah malamar kerja kesana kesini sampai setahun tidak dapat kerja juga di Bandung. Akhirnya pada tahun 2004 saya merantau ke Jakarta ikut paman saya yang tinggal di Kota Bekasi tepatnya di Pekayon Bekasi Barat. Alhamdulillah setelah melamar kerja kesana kesini di terimalah kerja di PT Suzuki Indomobil sebagai Operator, yang bertempat di Jl. Penggilingan Cakung jakarta Timur.

Pada tahun 2006 terjadi PHK besar besaran saya salah satu korban PHK, kemudian saya banting setir ikut MLM Tianshi sambil saya buka usaha berbekal modal dari PHK PT Suzuki Indomobil saya buka Cuci steam  motor dan mobil sekaligus buka usaha warung kopi dengan sewa lahan di Bulak kapal Bekasi tepatnya samping Rel Kerata Api pas samping Penyebrangan Rel Bulak Kapal (samping taman Makam Pahlawan Nasional Bekasi). Sambil usaha saya juga malamar kerja di PT Multiplus yang bergerak di bidang peralatan kantor dan reservasi yang berlokasi di Kelapa Gading Jakarta Utara. Alhamdulillah saya di terima sebagai staff ticketing karena kemahiran saya menggunakan komputer dan internet. Belum genap setahun saya bekerja di PT Mutiplus, pada awal januari 2007 lagi – lagi kena PHK karena perusahaan sudah mulai sepi salah satu faktor jatuhnya pesawat Adam Air yang membuat pesanan tiket pada waktu itu turun drastis pada akhirnya perusahaan gulung tikar dan Usaha steam saya yang di lanjutkan Adik saya juga terbengkalai karena sistem keuangan yang tidak di kelola dengan benar, akhirnya usaha steam dan warung kopipun gulung tikar.

Dengan keahlian yang saya miliki di bidang komputer dan printer di tambah saya sebagai orang suku jawa asli yang mempunyai mental baja, penuh semangat dan pantang menyerah melamar kerja kesana kesini akhirnya atas ijin ALLAH SWT pada pertengahan tahun  2007 saya di terima kerja di CV Nuansa Ink yang bergerak di servis komputer, printer dan isi ulang tinta yang berlokasi di depan BTC. Disinilah saya terus mengasah kemampuan saya di bidang komputer dan printer.

Pada akhirnya pertengahan tahun 2008 saya bertekad melanjutkan pendidikan saya dengan masuk kuliah di STMIK Bani Saleh Bekasi murni dengan biaya sendiri.
Pada tahun 2009 saya mengundurkan diri kerja di CV Nuansa Ink saya membuka Usaha sendiri di bidang servis komputer dan printer, jaringan internet dan isi ulang tinta berbekal dari ilmu saat saya bekerja di CV Nuansa Ink dan ilmu dari kuliah saya.

Di saat kuliah lah saya mulai aktif di organisasi internal kampus maupun ektenal. Di kampus saya sebagai Pengurus Harian (BPH) Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI), anggota MAPALA PALASETA, serta sebagai Wakil BEM STMIk Bani Saleh serta ketua Mahasiswa Peduli yang bergerak di bidang Sosial.
Di luar kampus saya aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bekasi sebagai Ketua bidang Sospol.
Selain sebagai aktivis saya aktif juga sebagai Guru komputer di SMA Daya Utama dan SMK Teratai Putih 2 Kota Bekasi.
Pada tahun 2013 saya menikah dengan istri saya yang saat itu istri saya sebagai Sekretaris Ketua STMIK Bani Saleh. Alhamdulillah ALLAH menuntun saya untuk Kuliah di STMIK Bani Saleh sehingga saya bertemu dengan Istri saya dalam satu kampus. Salah satu penghematan dalam proses pacaran..hehehheee...
Lulus S1 pada tahun 2013, dan di karuniai putri pertama pada pertama pada tahun 2014 bernama Khalisa Nayla Riyadil Jannah, putri kedua lahir pada tahun 2018 bernama Hasna Uzma Kultsum.

Pada tahun 2015 saya berpetualang memutuskan mengundurkan dari profesi guru menjadi staff IT di PT SJML Cibitung, kemudian tahun 2016 alhamdulillah di terima kerja di PT Perikanan Nusantara(Persero) Jakarta.
Setelah lulus kuliah mulai aktif lagi berorganisasi khusunya di NU. Hingga saat ini saya menjabat sebagai sekretaris LTM PC NU Kota Bekasi dan Wasekjen PC GP Ansor Kota Bekasi.



Share:

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.